Kamis, 28 April 2011

Cara Enable / disable Task Manager, Run, Cmd, Folder Options, System Restore Config dan Registry Editor

Berikut merupakan cara mengaktifkan / enable kembali aplikasi – aplikasi dan settingan yang biasanya di disable / di nonaktifkan oleh virus di windows xp, diantaranya:

- Task Manager
- Run
- Command Prompt
- Folder Options
- System Restore Config
- Registry Editor

Pastikan jika ingin melakukan cara ini, komputer kamu sudah bebas dari virus। Scan dengan antivirus yang terupdate.

Cara Enable / disable Task Manager Windows Xp


Ini merupakan cara untuk meng-enable task manager yang ter-disable. Untuk mendisablenya, lakukan hal sebaliknya.

- Klik Start –> Run (jika Run hilang, baca tutorial dibawah)
- Ketik regedit
- Setelah Registry Editor muncul, klik Edit –> Find
- Ketikkan DisableTaskMgr, lalu klik –> Find Next
- Klik 2x DisableTaskMgr
- Ubah value yang berangka 1 (satu) menjadi 0 (nol)
- Tekan Enter atau klik OK
- Selesai, coba tekan Ctrl + Alt + Del.

Cara Enable / Disable रन


Ini merupakan cara untuk meng-enable run yang ter-disable. Untuk mendisablenya, lakukan hal sebaliknya.

Jika Run hilang, buka regedit lewat Command Prompt
- Klik Start –> All Programs –> Accessories –> Command Prompt
- Ketikkan “regedit”
- Setelah registry editor muncul, klik Edit –> Find
- Ketikkan NoRun, lalu klik Find Next
- Setelah ketemu, maka akan terlihat

- Terlihat bahwa nilai DWORD dari NoRun adalah 1, maka harus diubah menjadi 0
- Klik 2x pada NoRun, ubah value yang sebelumnya 1 menjadi 0,

- Enter atau klik OK, maka nilai akan berubah seperti gambar dibawah

- Tekan F3 untuk mencari data NoRun yang lain, lakukan pengubahan nilai 1 menjadi 0 pada semua NoRun yang ada. Jika semua NoRun sudah bernilai 0, tutup registry windows anda
- Restart komputer, setelah itu, coba tekan Win (Lambang Windows) + R.

Cara Enable / Disable Command प्रोम्प्ट


Ini merupakan cara untuk meng-enable command prompt yang ter-disable. Untuk mendisablenya, lakukan hal sebaliknya.

* Metode 1: Menggunakan konsol registry editor

- Klik Start -> Run lalu ketikkan perintah berikut atau copy dan paste kode di bawah ini

REG add HKCU\Software\Policies\Microsoft\Windows\System /v DisableCMD /t REG_DWORD /d 0 /f

Metode 2: Edit Registry secara langsung

* Buka Registry Editor (Regedit.exe) dan temukan alamat berikut:

[HKEY_CURRENT_USER\Software\Policies\Microsoft\Windows\System]

- Setelah ke alamat diatas, lihat pada bagian kanan dan double-klik DisableCMD kemudian ubah valuenya menjadi 0.

* Metode 3: Menggunakan Group Policy Editor di Windows XP Professional.

- Klik Start -> Run type gpedit.msc dan klik OK.

- Ke Alamat User Configuration \ Administrative Templates \ System

- Double-klik Prevent access to the command prompt

Kemudian kamu bisa disable atau mengubah policy ke Not Configured. Men-disable atau setting policy ini menjadi Not Configured akan memecahkan masalahnya.

Cara Enable / Disable Folder ओप्तिओंस


Ini merupakan cara untuk meng-enable folder options yang ter-disable. Untuk mendisablenya, lakukan hal sebaliknya.

* Metode 1

Jika Folder Options disabled tapi Registry Editor masih bisa jalan, maka buka registry editor.

- Klik -> Start -> Run lalu ketik regedit

- Tuju ke alamat

HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\Current Version\Policies\Explorer

HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\Current Version\Policies\Explorer

Pada panel sebelah kanan, lihat value pada DWORD bernama NoFolderOptions ada atau tidak? jika ada, hapus.

* Metode 2

Download dan jalankan file registry berikut

open_folderoptions.zip

Cara Enable / Disable System Restore कॉन्फिग


Ini merupakan cara untuk meng-enable system restore yang ter-disable. Untuk mendisablenya, lakukan hal sebaliknya.

- Klik Start -> Run lalu ketik regedit

- Tuju ke alamat :

“HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE/Policies/Microsoft/Windows NT/System Restore/”

- Di panel sebelah kanan, delete 2 buah DWORD yaitu “DisableConfig” dan “DisableSR”

- Lalu restart komputer kamu, system restore akan kembali seperti semula, bisa di on/off kan lagi.

- Sebaiknya system restore dimatikan untuk keamanan dan dikarenakan memakan ruang harddisk yang besar dan bertambah akibat setiap event yang dilakukan di komputer.

Cara Enable / Disable Registry Editor


Dari tadi ngomongin registry editor..melulu.Gimana kalo Registry editornya sendiri di-disable ama virus?

Cara ini mungkin akan mengembalikan regedit tetapi tidak menghilangkan virus.Maka sebaiknya komputer kamu discan antivirus terlebih dahulu agar terbebas dari virus.Kemudian lakukan cara berikut:

*Metode 1: Menggunakan tool konsol Reg.exe

- Klik Start -> Run dan ketikkan atau copy paste perintah berikut:

REG add HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System /v DisableRegistryTools /t REG_DWORD /d 0 /f

Kamu bisa launch kembali Tweak UI, dan juga Registry Editor.

* Metode 2: Menggunakan Group Policy Editor (Windows XP Professional only)

- Klik Start -> Run lalu ketikkan gpedit.msc dan tekan ENTER

- Tuju ke Lokasi:

User Configuration | Administrative Templates | System

- Klik 2x Disable registry editing tools dan set ke Not Configured

- Keluar dari Group Policy Editor

Catatan: Jika settingannya sudah Not Configured, Set ke Enabled, dan klik Apply। Lalu kembalikan lagi ke not Configured।Hal ini untuk memastikan bahwa nilai registry DisableRegistryTools berhasil dihapus.....


Selamat mencoba


Selasa, 19 April 2011

INSTALASI ROUTER MIKROTIK

1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.

2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :
MikroTik v2.9.7
Login: admin
Password: (kosongkan)
Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin
dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.

3. Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]] >

4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi [admin@Mikrotik] > system identity set name=WAHYU
[admin@ WAHYU] >

5. Melihat interface pada Mikrotik Router
[admin@ WAHYU] > interface print
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@ WAHYU] >

6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan
untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita dengan IP 172.16.0.1
[admin@ WAHYU] > ip address add address=192.168.0.1
netmask=255.255.255.0 interface=ether1
[admin@ WAHYU] > ip address add address=172.16.0.1
netmask=255.255.255.0 interface=ether2

7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@ WAHYU] >ip address print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1
1 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2
[admin@ WAHYU] >

8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah
192.168.0.254
[admin@ WAHYU] > /ip route add gateway=192.168.0.254

9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@ WAHYU] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1 ether2
1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254 ether1
[admin@ WAHYU] >

10. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
[admin@ WAHYU] > ping 192.168.0.254
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms 192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms 2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms [admin@ WAHYU] >

11. Setup DNS pada Mikrotik Routers
[admin@ WAHYU] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10 allow-remoterequests=no
[admin@ WAHYU] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11 allow-remoterequests=no

12. Melihat konfigurasi DNS
[admin@ WAHYU] > ip dns print
primary-dns: 192.168.0.10
secondary-dns: 192.168.0.11
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB
[admin@ WAHYU] >

13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
[admin@ WAHYU] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@ WAHYU] >
Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.

14. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.
[admin@ WAHYU]> ip firewall nat add action=masquerade outinterface=
ether1 chain:srcnat
[admin@ WAHYU] >

15. Melihat konfigurasi Masquerading
[admin@ WAHYU]ip firewall nat print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
[admin@ WAHYU] >
Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan inBox
yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita.
Misal Ip address server
mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.
Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita

setup dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :

1.Buat IP address pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=172.16.0.10-172.16.0.20

2. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client Pada contoh ini networknya adalah 172.16.0.0/24 dan gatewaynya 172.16.0.1
/ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24 gateway=172.16.0.1

3. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface ether2 )
/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool

4. Lihat status DHCP server
[admin@ WAHYU]> ip dhcp-server print
Flags: X - disabled, I - invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0 X dhcp1 ether2
Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih dahulu pada langkah 5.

5. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
/ip dhcp-server enable 0
kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti sudah aktif.

6. Tes Dari client
c:\>ping www.kuswanto.6te.net

untuk bandwith controller, bisa dengan sistem simple queue ataupun bisa dengan mangle
[admin@ WAHYU] queue simple> add name=Komputer01
interface=ether2 target-address=172.16.0.1/24 max-limit=65536/131072
[admin@ WAHYU] queue simple> add name=Komputer02
interface=ether2 target-address=172.16.0.2/24 max-limit=65536/131072
dan seterusnya…

apa bila masih terdapat banyak kesalahan mohon untuk di benarkan

Senin, 18 April 2011

Cara Mempercepat Download



Untuk cara yang pertama adalah Matikan QOS.

QOS yang merupakan singkatan dari ‘Quality of Service’ ini disediakan dengan tujuan untuk memastikan jaringan Anda bekerja dengan baik. Tapi kenyataannya itu tidak begitu berguna tetapi yang pasti dapat memakan sampai 20% dari bandwidth Anda. Anda dapat mencoba dan melihat perbedaannya ketika QoS dimatikan. Bagi Anda yang memakai Windows XP Professional, berikut langkah-langkah mematikan QoS:


Klik Start, kemudian Run. Ketik “gpedit.msc” di dalam kotak isian, kemudian tekan enter. (Jika tidak bisa langsung lanjutkan k no. 2) Dalam Local Computer Policy, klik tanda plus pada Computer Configuration, kemudian klik lagi di Administrative Templates. Klik tanda plus pada Network dan pilih QoS Packet Scheduler. Pada bagian kanan kotak, double-click pada Limit Reservable Bandwidth. Pada tab Settings, pilih Enabled. Pada kotak Bandwidth Limit %, gantikan isinya jadi 0%. (Jangan biarkan kosong isinya) Klik OK. Namun bagi anda yang memakai Windows Home Edition, ikuti langkah berikut ini: . Klik Start dan kemudian pilih Settings. Pilih Control Panel, dan buka Network Connections Klik kanan pada Local Area Connection dan pilih Properties. Pada tab General, hilang tanda centang pada QoS. Untuk cara yang kedua adalah Settingan khusus di Firefox 3.0 Banyak orang yang menggunakan aplikasi ini,namun tahukah anda cara untuk meningkatkan kemampuan browsing Firefox-3.0,semua itu dibutuhkan sedikit pengaturan settingan tambahan. Berikut tips untuk menggandakan kecepatan browser Mozilla Firefox ini. Aktifkan browser Firefox-3.0 Anda dan ketikkan perintah “about:config” (tanpa tanda kutip), di address barnya. Anda akan dibawa ke halaman konfigurasi Firefox-3.0. Kalau ada peringatan untuk hati-hati mengubah pengaturan pada halaman tersebut, klik yes atau ok saja. Pada filter search bar di halaman konfigurasi, ketikkan “network.http.pipelining”. Pastikan valuenya sudah diset dengan nilai “true”. Jika masih “false”, klik ganda untuk menjadikannya “true”. Kembali ke filter search bar, ketikkan “network.http.pipelining.maxrequests”. Double klik pada opsi ini dan rubah nilainya (value) menjadi 8. Kembali ke filter search bar, ketikkan “network.http.proxy.pipelining”, double klik untuk merubah valuenya menjadi ‘true’. Kembali ke filter search bar, ketikkan “network.dns.disableIPv6″. Double klik untuk merubah nilainya menjadi ‘true’. Klik kanan di halaman konfigurasi tersebut dimanapun terserah, pilih new –>boolean. Ketikkan “content.interrupt.parsing”pada popup windows yang muncul kemudian klik OK. Ketika prompt untuk pilihan muncul, pilih ‘true’. Kembali klik kanan halaman konfigurasi, pilih new –> integer. Ketikkan “content.max.tokenizing.time”. Pada prompt value yang muncul masukkan nilai 2250000. Kembali klik kanan halaman konfigurasi, pilih new –> integer. Ketikkan “content.notify.interval”. Masukkan nilai 750000 pada prompt value yang muncul. Kembali klik kanan halaman konfigurasi, pilih new –> boolean. Ketikkan “content.notify.ontimer”. Pilih ‘true’ untuk isian prompt value yang muncul. Kembali klik kanan halaman konfigurasi, pilih new –> integer. Ketikkan “content.notify.backoffcount”. Pada prompt value yang muncul isikan value ‘5′. Kembali klik kanan halaman konfigurasi, pilih new –> integer. Ketikkan “content.switch.threshold”. Isikan nilai 750000 pada prompt integer value yang muncul. kembali klik kanan pada halaman konfigurasi, pilih new –>integer. Ketikkan “nglayout.initialpaint.delay”. Isikan nilai ‘0′ pada prompt isian nilai yang muncul. nyantae aja lagi!!hehe

Dikutip Dari: http://www.2lisan.com/tips-tricks/cara-mempercepat-download/

Selasa, 01 Februari 2011

Hack Password Bios .

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mereset Password pada Bios. Dari cara manual dengan bongkar pasang batere sampai cara unik membongkar password pada laptop. Oke langsung saja akan saya bahas satu persatu dari yang paling mudah sampai yang sedikit rumit namun sebenarnya asik untuk dicoba.

1. Clear CMOS
Cara ini kuanggap cara paling kuno sekaligus paling mudah untuk menjebol password pada BIOS. Langkahnya mudah saja, pertama buka casing penutup CPU komputer. Kemudian cari Batere bios yang bentuknya mirip-mirip dengan batere jam cuma sedikit lebih gede. Setelah ketemu perhatikan daerah di sekitar batere biasanya terdapat jumper dengan 3 pin, 2 pin terhubung dan 1 pin tidak.

Misalkan 3 pin tersebut dengan kode 1 - 2 - 3. Posisi konektor awal yang terhubung biasanya adalah 2 - 3. Untuk mereset bios caranya pindahkan posisi konektor yang menghubungkan pin 2 - 3 ke posisi 1 - 2 selama kurang lebih 5 detik. Kemudian pasang kembali ke posisi awal (2 - 3). Coba restart kembali komputer, dijamin password bios sudah lenyap.

Jika cara di atas terlihat rumit, mudahnya untuk menclear cmos adalah dengan mencopot batere BIOS kemudian memasangnya kembali. Namun dengan konsekuensi mencopot label garansi pada batere bios tersebut.

2. Reset lewat DOS
Cara kedua yang biasa digunakan adalah mereset password bios melalui command prompt DOS. Masuk terlebih dahulu ke DOS dengan mengakses Start - All program - accessoris - Command Prompt. Atau untuk lebih cepatnya masuk ke run - cmd.

Setelah jendela command prompt muncul, ketik debug kemudian enter. Lanjutkan dengan menjalankan perintah berikut ini.

o 70 10
o 71 20
quit
exit


Lihat hasilnya, bios yang terpassword telah menghilang dari pandangan.
catatan: Jika tidak bisa masuk ke windows untuk mengakses command prompt dapat dilakukan melalui safe mode with command prompt yang bisa diakses dengan menekan tombol F8 sebelum login windows.

3. BIOS_PW
Cara ketiga ini menggunaan software ini sangat manjur untuk jenis BIOS phoenix, misalnya BIOS yang digunakan pada laptop Acer. Untuk menggunakanya harus menggunakan komputer lain yang normal.

Download terlebih dahulu softwarenya disini. Ekstrak hasil file BIOS.rar yang telah di download kemudian pindahkan file BIOS_PW.exe ke partisi D:

Masuk ke BIOS komputer yang BIOSnya terpassword. Tekan saja tombol enter berulang ulang sampai muncul pesan "system disabled [14662]". (kode error)

Langkah selanjutnya masuk ke komputer yang telah dicopykan software BIOS_PW.exe ke direktori D: . Masuk ke command prompt kemudian ketik perintah berikut ini.

D:
BIOS_PW 14662 0

Maka akan muncul beberapa kombinasi password yang bisa digunakan untuk membuka password phoenix tersebut.
Selamat mencoba

Melacak Jejak Virus di Registry

Virus dan Safe Mode

Windows biasanya akan diperlengkapi dengan modus safe mode. Dimaksudkan agar pemakai dapat memperbaiki Windows jika terjadi suatu musibah. Windows safe mode sebetulnya tidak lebih dari Windows yang dijalankan dengan driver standar! Sehingga jika terjadi kerewelan pada driverdriver non-standar Windows yang membuat Windows modus standar gagal dijalankan, maka Windows modus standar dapat dipulihkan lagi dengan cara masuk ke modus safe mode. Pada saat dalam modus safe mode inilah, pemakai
berkesempatan untuk melakukan eliminasi pada drive non-standar yang bermasalah
tersebut. Dengan cara ini, Windows yang rusak akan menjadi normal kembali.

Melihat fungsinya, tentu saja, modus safe mode ini, juga merupakan ancaman
bagi kelangsungan hidup virus atau program-program yang suka membuat
masalah. Oleh karena itu, modus safe mode ini juga merupakan target
utama program virus. Artinya, virus akan berusaha memanipulasi modus safe
mode atau bahkan menggagalkan fungsinya!

Bagaimana masuk ke modus safe mode?

Lakukan booting ulang komputer. Pada saat proses booting dimulai, tekanlah tombol F8 secara cepat dan berulangkali. Sehingga muncul menu boot Windows. Pilihlah Safe Mode, maka proses akan berjalan hingga akhirnya menampilkan pilihan user yang harus digunakan untuk masuk ke Windows safe mode. Pada Windows XP, biasanya akan muncul account Administrator dan account yang kita punya. Pilihlah user Account yang biasa
kita pakai. Setelah itu biasanya kita akan ditanya, apakah akan masuk ke modus Safe mode ataukah kita akan memakai fasilitas system restore Windows. Klik Yes, maka
kita akan masuk ke mode Windows safe mode. Artinya, Windows akan aktif dengan perangkat apa adanya (standar minimalnya).

1 Aktif dalam Safe Mode
Ada subkey registry Windows yang berguna untuk menjalankan suatu program secara otomatis saat Windows dihidupkan. Jadi, jika kita ingin agar suatu file executable aktif saat Windows dihidupkan, maka kita harus menulisi subkey autorun ini dengan suatu nama value yang berisi data yang menyebutkan bahwa file X.EXE adalah file yang harus dieksekusi. X di sini mewakili sembarang nama file EXE.

Tools standar milik Windows untuk memeriksa konfigurasi autorun adalah program System Configuration Utility atau lebih dikenal dengan nama msconfig karena file pengaktif program tersebut bernama msconfig.exe. Untuk memanggilnya, dilakukan via perintah Run dari menu Start. Klik Start - pilih Run dan ketikkan msconfig. Tekan Enter atau klik OK.

Jendela System Configuration Utility akan muncul dan terlihat beberapa tab. Salah satunya tab Startup. Tab tersebut berguna untuk melihat program apa saja yang akan dijalankan oleh Windows pada saat Windows diaktifkan. Virus biasanya akan memblokir penggunaan program ini. Entah itu dengan mematikan pilihan Run atau memonitor caption (judul/nama) jendela program yang sedang aktif. Jika caption program yang sedang aktif adalah sama dengan caption yang telah ditargetkan oleh virus, secara otomatis virus akan segera menutupnya atau mungkin melakukan booting ulang.

Mengapa saat suatu virus aktif, dan kita memanggil msconfig, tiba-tiba jendela program msconfig menutup dengan sendirinya. Atau mungkin, tiba-tiba, komputer melakukan booting ulang…???
Pada tab Startup, akan terlihat kolom Startup item, yang menunjukkan nama item yang akan dijalankan saat Windows diaktifkan. Juga kolom command, yang biasanya berisi program yang diaktifkan plus parameternya jika ada. Sedangkan kolom Location, menunjukkan lokasi subkey (syaraf) registry yang menyimpan setting data ini. Pada contoh terlihat, nama SMTray ternyata adalah milik program yang bernama SMTray.exe dan berada di folder d:\Program Files\Analog Devices\SoundMAX.

Virus biasanya akan membuat suatu nilai di sini, agar file yang memicu pengaktif
programnya dijalankan saat booting Windows terjadi sehingga penelitian di bagian ini amat penting untuk dilakukan. Celakanya lagi, virus-virus sekarang memasangkan nama itemnya dengan nama yang “berbau-bau” nama file sistem Windows. Hal ini untuk mengelabui pemakai yang memeriksanya. Misalnya, dengan nama windows.exe, svc0host.exe, rundlll.exe dan lain sebagainya.

Jika kita sudah menemukan item yang kita curigai, hilangkan tanda centang yang ada di depan startup item. Jika tidak dicentang, artinya item tersebut tidak akan dijalankan saat booting dilakukan. Sebaliknya, jika dicentang, maka akan dijalankan. Setelah kita melakukan proses centang atau un-centang. klik OK dan lakukan booting ulang agar proses pengubahan menjadi aktif. Tools standar milik Windows lainnya yang dapat dipakai untuk memeriksa konfigurasi autorun registry adalah program Registry Editor. Untuk memanggilnya, dilakukan via perintah Run dari menu Start. Klik Start - pilih Run dan ketikkan regedit. Tekan Enter atau klik OK.
Program registry editor akan tampil. Pergilah ke lokasi:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersio
n\Run Klik ganda berulangkali pada subkey yang terlihat sehingga lokasi tersebut

Pada subkey Run inilah biasanya virus akan menuliskan nama value baru untuk
mengaktifkan program virus. Untuk menghapus data yang ada, klik nama value dan tekan DEL.

Lokasi-lokasi lain yang perlu kita periksa dalam rangka autorun registry ini
adalah:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
Once
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
OnceEx
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run

Jika ditemukan nama value yang menurut Anda aneh, hapus saja. Dari beberapa subkey di atas, ada satu subkey yang cukup istimewa. Yaitu subkey RunOnce. Berbeda dengan subkey Run yang akan selalu menjalankan program yang ada di dalamnya setiap kali Windows dihidupkan, subkey RunOnce ini biasanya dipakai untuk menjalankan satu program sebanyak satu kali saja! Jadi, subkey ini biasanya dipakai oleh suatu program untuk mengaktifkan prosesnya sebanyak satu kali saja sehingga nama value yang dituliskan di sini hanya akan berlaku satu kali saja. Setelah dijalankan, nama value tersebut akan dihapus.

Jika pembuat virus cukup nakal, ia akan membuat program virus untuk menuliskan
pengaktifnya di subkey ini. Jadi, virus akan aktif saat komputer dihidupkan.
Program akan dijalankan dan nama value pemicu akan dihapus. Maka ia tidak meninggalkan jejak di msconfig. Selang beberapa waktu saat virus aktif, ia akan membuat program timer yang secara berkala menulis ulang nama value di subkey tersebut. Atau mungkin virus hanya akan menuliskan data pada subkey RunOnce saat komputer akan di-log off. Dengan cara tersebut, virus akan terjaga eksistensinya. Lumayan cerdik ‘khan?
Tapi…. ada yang lebih gila lagi…☺ dengan bantuan subkey RunOnce ini, virus akan tetap dapat hidup biarpun Windows dijalankan di modus SAFE MODE!
Caranya? Sederhana saja! Yaitu dengan menambahkan satu karakter tertentu pada nama value tersebut, maka virus akan dapat berjalan pada safe mode.
Karakter apakah itu? Saya tidak akan memberi tahu Sampeyan..
ndak ding… nanti saya dipikir tukang menyembunyikan ilmu lagi.
Kita langsung praktek saja ya? Panggil Regedit dan pergi ke subkey:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
Once
Kita buat suatu nama value yang bernama COBA. Nama value ini misalnya
akan memanggil file virus yang bernama VIRUSKU.EXE.

Klik kanan subkey Runonce. Menu konteks akan muncul, pilih New, pilih
String Value.

Suatu subkey baru akan muncul. Kita ganti nama value tersebut dengan data
COBA. Ketik COBA dan tekan Enter.

Klik ganda nama value tersebut dan kita isi datanya dengan
c:\windows\virusku.exe. Lalu klik OK

Jika benar dalam melakukannya, kita akan memiliki nama value COBA dengan jenis string dan mempunyai data c:\windows\virusku.exe. Artinya, saat nanti Windows dihidupkan, file VIRUSKU.EXE akan ikut dijalankan!

Nah! Sekarang, bagaimana caranya agar nama value tersebut tetap akan dijalankan biarpun Windows dimasukkan dalam modus SAFE MODE?
Gampang! Cukup tambahkan karakter * (asterisks) di depan nama value tersebut.
Artinya, nama COBA kita ganti dengan nama *COBA.

#Jika tidak percaya, lakukan booting dan masuklah dalam modus SAFE MODE. Saharusnya file dengan nama VIRUSKU.EXE akan tetap dijalankan oleh Windows. Jika yang kita pasangkan file tersebut adalah file virus beneran, maka akibatnya akan cukup fatal. Virus tetap akan hadir di memory biarpun kita telah memakai modus SAFE MODE. Biarpun trik ini kelihatannya sederhana, tapi cukup berbahaya jika dipakai. Karena sesudah data tersebut dijalankan, maka data yang dijalankan tersebut akan dihapus oleh Windows. Sehingga akan mempersulit pelacakan sumber masalahnya. Take care…!

#Jika virus tetap saja aktif biarpun kita sudah masuk ke modus safe mode, periksalah subkey RunOnce secara berulang kali. Siapa tahu virus tidak memakai teknik shell
spawn, tapi mengandalkan subkey Runonce. Teknik Runonce ini, masih jarang dilakukan oleh virus. Jadi, hukumnya wajib dipasangkan! Semakin banyak manipulasi yang dapat membuat virus aktif, maka akan semakin sukses virus tersebut bertahan hidup.

2 Alternate Shell Safe Mode
Virus biasanya tidak akan dapat aktif bila kita masuk ke safe mode. Itu biasanya!
Pada perkembangannya, virus ternyata juga sudah mulai melebarkan sayapnya, mencekal (cegah dan tangkal.. ☺) beberapa penanganan safe mode dengan memasangkan pemicu filenya pada beberapa subkey registry. Dengan cara ini, virus akan tetap dijalankan dan mencegah pemakai untuk masuk ke modus SAFE mode!

Jadi, trik ini akan menggenapi trik pertama tadi… ☺ menambah ruwetnya
pematian virus. Hehehe… ndak pa pa malahan tambah asyik khan?
Lokasi subkey registry yang diserang adalah:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot

Pada subkey SafeBoot ini akan terdapat suatu nama value yang bernama AlternateShell. Dengan jenis datanya adalah string. Kita lihat isian standarnya adalah CMD.EXE. Jika tidak berisi data tersebut, ada kemungkinan file yang ada di situ adalah file virus. Waspadalah! Misalkan hal itu terjadi, klik ganda nama value tersebut dan pada isian Value data ubahlah menjadi berisi CMD.EXE. Klik OK.

Yang perlu mendapat perhatian! Virus umumnya juga akan menyerang subkeysubkey
yang sejenis. Artinya begini… virus juga akan menyerang lokasi registry lain yang menyimpan data-data SafeBoot, biasanya memang terdapat lebih dari satu kontrol ini. Lokasi lain yang diserang adalah:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet003\Control\SafeBoot
Jadi, bergantung pada komputer tersebut mempunyai berapa subkey
ControlSet00X. X di sini mewakili angka 1, 2, dan seterusnya. Dengan diubahnya data pada nama value AlternateShell, maka biasanya komputer akan gagal masuk ke SAFE MODE, malahan menjalankan file virus!

Jika virus menyerang dan kita gagal masuk ke modus safe mode, maka subkey-subkey alternate shell ini wajib kita periksa. Jika isi datanya aneh, tidak standar, maka ubahlah isiannya dengan CMD.EXE.

Biarpun manipulasi ini terkesan kasar dan kejam, namun apa boleh buat, pencegatan masuk ke safe mode ini, wajib dilakukan. Karena akan membuat virus lebih aman dan
terjaga eksistensinya!

Hacking Deepfreeze V.7


Deep freeze mungkin bagi Anda yang sudah mengetahui kegunaan deep freeze akan mengatakan bahwa inilah salah satu cara efectif untuk menangkal virus masuk terlalu dalam ke suatu program dan bagi anda yang belum terlalu mengenal deep freeze, maka akan saya beritahu apa saja kegunaan deep freeze, cara kerjanya, dan manfaatnya bagi anda.

deep freeze adalah software Block restore yang di ciptakan oleh perusahaan faronics yang bekerja di bidang pembuatan Software. deep freeze di ciptakan untuk menjaga dan mengorganisir files yang ingin di simpan secara permanen, terutama pada Local disk Sytem.

Cara kerja deep freeze adalah membekukan semua file yang berada computer pada waktu pertama penginstalan program ini. program dapat di ubah hanya pada saat anda menggunakan komputer, bila komputer ke restart maka file yang anda ubah akan kembali ke settingan pertama seperti sebelum di restart.

Udah ah capek untuk lebih tau deepfreeze itu apa coba cari digoogle aja ya, sekarang saya cuma mau ngasi aplikasi untuk melumpuhkan Deepfreeze.
Silakan Download:
Undeepreze v6

Undeepreze v7

Cara menggunakannya:
1. Matikan dulu semua anti virus yang aktif.
2. Exctrak file undeepfreeze tersebut.
3. Double klik aja aplikasinya
4. Klik tombol yang ada ditengah-tengah aplikasi tersebut
5. Jika sudah selesai/berubah warnanya silakan buka DeepFreezenya
CTRL + Shif + Klik ikon Deepfreeze disudut kanan komputer
6. Klik Login tanpa mengetikkan password.
7. Selesai.

Mengembalikan TASK MANAGER dan FOLDER OPTION

Mengembalikan TASK MANAGER dan FOLDER OPTION yang Hilang

Banyak yang mengalami Task Manager dan Folder Option yang Hilang terutama disebabkan oleh virus. Kalau itu terjadi pada komputer anda, jangan ambil pusing karena masih bisa dikembalikan kembali seperti awal dengan syarat virusnya dibersihin dulu. Untuk membasmi virus bisa liat disini atau liat di daftar isi yang saya sediakan dikanan atas. Dan setelah virusnya dibasmi, langsung aja ikuti beberapa cara berikut agar Task Manager dan Folder Optionnya muncul kembali:


Langkahnya sebagai berikut:
1. Buka Menu Explorer
2. Masuk ke drive system, misalnya System anda pada drive C
3. Klick Windows – system32
4. Cari nama Gpedit atau Gpedit.exe
5. Jalankan file tersebut data kemudian Klick User Configuration
6. Pilih Administrative Templates
7. Lalu pilih Start Menu And Taskbar
8. Cari Tulisan Remove Run Menu From Start Menu
9. Klick kanan lalu Properties dan pilih Disabled
10. Kemudian Ok dan Refresh komputer anda

Lihat apakah Run anda sudah kembali seperti semula jika sudah jangan tutup Gpedit tadi karena akan dilanjutkan untuk memunculkan Task Manager.

Langkah – langkah:
1. Sama seperti cara diatas, masuk ke User Configuration
2. Pilih Administrative Templates
3. Klick System
4. Klick Ctrl+Alt+Del Options
5. Klick kanan lalu Properties dan pilih disabled untuk mengaktifkan dan enabled untuk menghilangkan Task Manager
6. Klick Ok dan refresh komputer anda

Kemudian lihat apa Task Magernya sudah mucul, kemudian lakukan langkah berikut untuk memunculkan Folder Options.
1. Masuk ke User Configuration dari menu gpedit.msc
2. Pilih Administrative Templates
3. Kemudian Masuk kemenu Windows Components
4. Pilih Windows Explorer
5. Cari Removes The Folder Options Menu Item From The Tools menu
6. Klick kanan lalu Properties dan pilih disabled
7. Klick Ok dan refresh komputer anda

Selamat mencobanya, semoga berhasil!!!!